qf-0329

Internet merupakan jaringan komputer yang dibentuk oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat di tahun 1969, melalui proyek ARPA yang disebut ARPANET (Advanced Research Project Agency Network), di mana mereka mendemonstrasikan bagaimana dengan hardware dan software komputer yang berbasis UNIX, kita bisa melakukan komunikasi dalam jarak yang tidak terhingga melalui saluran telepon. Proyek ARPANET merancang bentuk jaringan, kehandalan, seberapa besar informasi dapat dipindahkan, dan akhirnya semua standar yang mereka tentukan menjadi cikal bakal pembangunan protokol baru yang sekarang dikenal sebagai TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol).

Tujuan awal dibangunnya proyek itu adalah untuk keperluan militer. Pada saat itu Departemen Pertahanan Amerika Serikat (US Department of Defense) membuat sistem jaringan komputer yang tersebar dengan menghubungkan komputer di daerah-daerah vital untuk mengatasi masalah bila terjadi serangan nuklir dan untuk menghindari terjadinya informasi terpusat, yang apabila terjadi perang dapat mudah dihancurkan.

Pada mulanya ARPANET hanya menghubungkan 4 situs saja yaitu Stanford Research Institute, University of California, Santa Barbara, University of Utah, di mana mereka membentuk satu jaringan terpadu di tahun 1969, dan secara umum ARPANET diperkenalkan pada bulan Oktober 1972. Tidak lama kemudian proyek ini berkembang pesat di seluruh daerah, dan semua universitas di negara tersebut ingin bergabung, sehingga membuat ARPANET kesulitan untuk mengaturnya.

Oleh sebab itu ARPANET dipecah manjadi dua, yaitu "MILNET" untuk keperluan militer dan "ARPANET" baru yang lebih kecil untuk keperluan non-militer seperti, universitas-universitas. Gabungan kedua jaringan akhirnya dikenal dengan nama DARPA Internet, yang kemudian disederhanakan menjadi Internet. Rangkaian pusat yang membentuk Internet diawali pada tahun 1969 sebagai ARPANET, yang dibangun oleh ARPA (United States Department of Defense Advanced Research Projects Agency). Beberapa penyelidikan awal yang disumbang oleh ARPANET termasuk kaedah rangkaian tanpa-pusat (decentralised network), teori queueing, dan kaedah pertukaran paket (packet switching).

Pada 1 Januari 1983, ARPANET menukar protokol rangkaian pusatnya, dari NCP ke TCP/IP. Ini merupakan awal dari Internet yang kita kenal hari ini.

Pada sekitar 1990-an, Internet telah berkembang dan menyambungkan kebanyakan pengguna jaringan-jaringan komputer yang ada.
[sunting]
Internet pada saat ini
 
Representasi grafis dari jaringan WWW (hanya 0.0001% saja)

Internet dijaga oleh perjanjian bi- atau multilateral dan spesifikasi teknikal (protokol yang menerangkan tentang perpindahan data antara rangkaian). Protokol-protokol ini dibentuk berdasarkan perbincangan Internet Engineering Task Force (IETF), yang terbuka kepada umum. Badan ini mengeluarkan dokumen yang dikenali sebagai RFC (Request for Comments). Sebagian dari RFC dijadikan Standar Internet (Internet Standard), oleh Badan Arsitektur Internet (Internet Architecture Board - IAB). Protokol-protokol internet yang sering digunakan adalah seperti, IP, TCP, UDP, DNS, PPP, SLIP, ICMP, POP3, IMAP, SMTP, HTTP, HTTPS, SSH, Telnet, FTP, LDAP, dan SSL.

Beberapa layanan populer di internet yang menggunakan protokol di atas, ialah email/surat elektronik, Usenet, Newsgroup, berbagi berkas (File Sharing), WWW (World Wide Web), Gopher, akses sesi (Session Access), WAIS, finger, IRC, MUD, dan MUSH. Di antara semua ini, email/surat elektronik dan World Wide Web lebih kerap digunakan, dan lebih banyak servis yang dibangun berdasarkannya, seperti milis (Mailing List) dan Weblog. Internet memungkinkan adanya servis terkini (Real-time service), seperti web radio, dan webcast, yang dapat diakses di seluruh dunia. Selain itu melalui internet dimungkinkan untuk berkomunikasi secara langsung antara dua pengguna atau lebih melalui program pengirim pesan instan seperti Camfrog, Pidgin (Gaim), Trilian, Kopete, Yahoo! Messenger, MSN Messenger dan Windows Live Messenger.

Beberapa servis Internet populer yang berdasarkan sistem tertutup (Proprietary System), adalah seperti IRC, ICQ, AIM, CDDB, dan Gnutella.
[sunting]
Budaya Internet

Jumlah pengguna Internet yang besar dan semakin berkembang, telah mewujudkan budaya internet. Internet juga mempunyai pengaruh yang besar atas ilmu, dan pandangan dunia. Dengan hanya berpandukan mesin pencari seperti Google, pengguna di seluruh dunia mempunyai akses internet yang mudah atas bermacam-macam informasi. Dibanding dengan buku dan perpustakaan, Internet melambangkan penyebaran(decentralization) / pengetahuan (knowledge) informasi dan data secara ekstrim.

Perkembangan Internet juga telah mempengaruhi perkembangan ekonomi. Berbagai transaksi jual beli yang sebelumnya hanya bisa dilakukan dengan cara tatap muka (dan sebagian sangat kecil melalui pos atau telepon), kini sangat mudah dan sering dilakukan melalui Internet. Transaksi melalui Internet ini dikenal dengan nama e-commerce.

Terkait dengan pemerintahan, Internet juga memicu tumbuhnya transparansi pelaksanaan pemerintahan melalui e-government.
[sunting]
Tata tertib Internet

Sama seperti halnya sebuah komunitas, Internet juga mempunyai tata tertib tertentu, yang dikenal dengan nama Nettiquette.
[sunting]
Isu moral dan undang-undang

Terdapat kebimbangan masyarakat tentang Internet yang berpuncak pada beberapa bahan kontroversi di dalamnya. Pelanggaran hak cipta, pornografi, pencurian identitas, dan pernyataan kebencian (hate speech), adalah biasa dan sulit dijaga. Hingga tahun 2007, Indonesia masih belum memiliki Cyberlaw, padahal draft akademis RUU Cyberlaw sudah dibahas sejak tahun 2000 oleh Ditjen Postel dan Deperindag. UU yang masih ada kaitannya dengan teknologi informasi dan telekomunikasi adalah UU Telekomunikasi tahun 1999.

Internet juga disalahkan oleh sebagian orang karena dianggap menjadi sebab kematian. Brandon Vedas meninggal dunia akibat pemakaian narkotik yang melampaui batas dengan semangat dari teman-teman chatting IRCnya. Shawn Woolley bunuh diri karena ketagihan dengan permainan online, Everquest. Brandes ditikam bunuh, dan dimakan oleh Armin Meiwes setelah menjawab iklan dalam internet.
[sunting]
Akses Internet

Negara dengan akses internet yang terbaik termasuk Korea Selatan (50% daripada penduduknya mempunyai akses jalurlebar - Broadband), dan Swedia. Terdapat dua bentuk akses internet yang umum, yaitu dial-up, dan jalurlebar. Di Indonesia, seperti negara berkembang dimana akses Internet dan penetrasi PC masih juga rendah, lainnya sekitar 42% dari akses Internet melalui fasilitas Public Internet akses seperti warnet , cybercafe, hotspot dll. Tempat umum lainnya yang sering dipakai untuk akses internet adalah di kampus dan di kantor.

Disamping menggunakan PC (Personal Computer), kita juga bisa mengakses Internet melalui Handphone (HP) menggunakan Fasilitas yang disebut GPRS (General Packet Radio Service). GPRS merupakan salah satu standar komunikasi wireless (nirkabel) yang memiliki kecepatan koneksi 115 kbps dan mendukung aplikasi yang lebih luas (grafis dan multimedia). Teknologi GPRS dapat diakses yang mendukung fasilitas tersebut. Pen-setting-an GPRS pada ponsel Tergantung dari operator (Telkomsel, Indosat, XL, 3) yang digunakan. Biaya akses Internet dihitung melalui besarnya kapasitas (per-kilobite) yang didownload.
[sunting]
Penggunaan Internet di tempat umum

Internet juga semakin banyak digunakan di tempat umum. Beberapa tempat umum yang menyediakan layanan internet termasuk perpustakaan, dan internet cafe/warnet (juga disebut Cyber Cafe). Terdapat juga tempat awam yang menyediakan pusat akses internet, seperti Internet Kiosk, Public access Terminal, dan Telepon web.

Terdapat juga toko-toko yang menyediakan akses wi-fi, seperti Wifi-cafe. Pengguna hanya perlu membawa laptop (notebook), atau PDA, yang mempunyai kemampuan wifi untuk mendapatkan akses internet.

apakah anda berminat untuk memasans internet ( wi-fi) ??? Internet merupakan jaringan komputer yang dibentuk oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat di tahun 1969, melalui proyek ARPA yang disebut ARPANET (Advanced Research Project Agency Network), di mana mereka mendemonstrasikan bagaimana dengan hardware dan software komputer yang berbasis UNIX, kita bisa melakukan komunikasi dalam jarak yang tidak terhingga melalui saluran telepon. Proyek ARPANET merancang bentuk jaringan, kehandalan, seberapa besar informasi dapat dipindahkan, dan akhirnya semua standar yang mereka tentukan menjadi cikal bakal pembangunan protokol baru yang sekarang dikenal sebagai TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol).

Tujuan awal dibangunnya proyek itu adalah untuk keperluan militer. Pada saat itu Departemen Pertahanan Amerika Serikat (US Department of Defense) membuat sistem jaringan komputer yang tersebar dengan menghubungkan komputer di daerah-daerah vital untuk mengatasi masalah bila terjadi serangan nuklir dan untuk menghindari terjadinya informasi terpusat, yang apabila terjadi perang dapat mudah dihancurkan.

Pada mulanya ARPANET hanya menghubungkan 4 situs saja yaitu Stanford Research Institute, University of California, Santa Barbara, University of Utah, di mana mereka membentuk satu jaringan terpadu di tahun 1969, dan secara umum ARPANET diperkenalkan pada bulan Oktober 1972. Tidak lama kemudian proyek ini berkembang pesat di seluruh daerah, dan semua universitas di negara tersebut ingin bergabung, sehingga membuat ARPANET kesulitan untuk mengaturnya.

Oleh sebab itu ARPANET dipecah manjadi dua, yaitu "MILNET" untuk keperluan militer dan "ARPANET" baru yang lebih kecil untuk keperluan non-militer seperti, universitas-universitas. Gabungan kedua jaringan akhirnya dikenal dengan nama DARPA Internet, yang kemudian disederhanakan menjadi Internet. Isu konvergensi adalah isu perkembangan TIK dimasa mendatang yang membuat teknologi telekomunikasi, informasi dan media menjadi bias batas, sehingga antara teknologi satu dan yang lainnya tidak dapat dibedakan lagi. Dari teknologi konvergensi tersebut, Internet merupakan teknologi yang perkembangannya sangat pesat dalam satu dasawarsa belakangan.

Sejarah perkembangan internet bermula dari proyek Departemen Pertahanan Amerika Serikat 1969 yang diberi nama ARPA. Tujuan awal dibangunnya proyek ARPA adalah untuk keperluan militer. Proyek ARPA yang disebut ARPANET (Advanced Research Project Agency Network) tersebut bertujuan untuk menghubungkan komputer dalam suatu bentuk jaringan sehingga informasi dapat dipindahkan dari satu komputer ke komputer yang lainnya. Pada saat itu Departemen Pertahanan Amerika Serikat (US Department of Defense) membuat sistem jaringan komputer yang tersebar dengan menghubungkan komputer di daerah-daerah vital untuk mengatasi masalah bila terjadi serangan nuklir dan untuk menghindari terjadinya informasi terpusat, yang apabila terjadi perang dapat mudah dihancurkan. Hasil dari proyek tersebut bermuara ke standar yang menjadi cikal bakal pembangunan protokol baru yang sekarang dipakai untuk Internet yaitu TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol).

Pada mulanya ARPANET hanya menghubungkan 3 situs saja yaitu Stanford Research Institute, University of California, Santa Barbara, University of Utah, di mana mereka membentuk satu jaringan terpadu di tahun 1969, dan secara umum ARPANET diperkenalkan pada bulan Oktober 1972. Tidak lama kemudian proyek ini berkembang pesat di seluruh daerah, dan semua universitas di negara tersebut ingin bergabung, sehingga membuat ARPANET kesulitan untuk mengaturnya. Sehingga, ARPANET dipecah manjadi dua, yaitu “MILNET” untuk keperluan militer dan “ARPANET” baru yang lebih kecil untuk keperluan non-militer seperti, universitas-universitas. Gabungan kedua jaringan akhirnya dikenal dengan nama DARPA Internet, yang kemudian disederhanakan menjadi Internet.

Kemudian, pada April 2008 melalui Global Grid Forum dalam ‘Red Button Day’, muncullah satu konsep yang merupakan evolusi terbaru internet yaitu Grid atau Internet2. Konsep Grid sebenarnya dibawa dari komputer terdistribusi yaitu konsep untuk mengkoneksikan superkomputer menjadi metakomputer. Kata Grid diambil dari Electricity Grid (jaringan listrik) yaitu alat elektronik dicolokkan ke jala tersebut (grid), akan memperoleh resource yang sama dengan mengabaikan dari mana resource tersebut berasal. Ciri-ciri konsep Grid Computing yaitu:


Sistem tersebut melakukan koordinasi terhadap sumberdaya komputasi yang tidak berada dibawah suatu kendali terpusat.
Sistem tersebut menggunakan standard dan protokol yang bersifat terbuka (tidak terpaut pada suatu implementasi atau produk tertentu). Komputasi grid disusun dari kesepakatan-kesepakatan terhadap masalah yang fundamental, dibutuhkan untuk mewujudkan komputasi bersama dalam skala besar. Kesepakatan dan standar yang dibutuhkan adalah dalam bidang autentikasi, otorisasi, pencarian sumberdaya, dan akses terhadap sumber daya.
Sistem tersebut berusaha untuk mencapai kualitas layanan yang canggih, (nontrivial quality of service) yang jauh diatas kualitas layanan komponen individu dari komputasi grid tersebut.

Konsep Grid tersebut lebih lanjut akan diterapkan ke dalam jaringan internet, sehingga setiap komputer akan berperan sebagai node (titik jaringan) yang terkoneksi langsung antara 1 komputer dengan komputer lainnya diseluruh dunia. Sehingga, pemrosesan download data secara teori akan menjadi sepuluh ribu lebih cepat dari pada konsep internet. Hal ini dikarenakan karena proses download tidak hanya mengambil data dari satu server akan tetapi, mengambil data dari sejumlah node-node yang terhubung, seperti halnya pada konsep peer-to-peer namun dalam skala besar. Konsep peer-to-peer adalah konsep jaringan yang menghubungkan antara satu komputer dengan komputer lainnya dan dikontrol oleh satu server utama, sehingga pengguna tidak mendownload sharing file melalui server, tetapi sesama komputer. Perbedaannya dengan Grid, yaitu Grid berperan dalam skala besar (dunia) dan mirip dengan transmisi Jaringan Listrik yang besar dimana resource listrik tersebut yang diperoleh suatu alat (node) memperoleh besar yang sesuai dimanapun alat tersebut dicolokkan dan pengguna tidak peduli darimana trace aliran resource berasal nantinya. Berbeda dengan konsep internet sekarang yang terpusat berbasis klien-server. Sehingga konsep Grid nantinya seperti sebuah jala besar yang terkoneksi satu dengan lainnya, menjadikannya seperti awan jaringan besar.

Dalam forum Global Grid Forum, April 2008, mengatakan bahwa Grid merupakan evolusi dan visi kedepan dari internet. Konsep Grid hampir sama dengan konsep SETI@home, yaitu proyek untuk menciptakan sebuah superkomputer yang mampu menangani komputasi besar dengan menghubungkan tiap-tiap komputer diseluruh dunia menjadi 1 link dan dikontrol oleh komputer utama sehingga resource komputer saat komputer tidak terlalu sibuk akan dimanfaatkan.

Walaupun teknologi Grid tersebut akan dipakai dalam evolusi internet selanjutnya, akan tetapi Grid yang dipakai untuk evolusi internet tidak hanya menciptakan sharing file ditiap-tiap PC tapi lebih lanjut, David Britton, profesor fisika dari Glasgow University dan ketua proyek Grid mengatakan bahwa Grid dapat merevelosi kehidupan sosial: “With this kind of computing power, future generations will have the ability to collaborate and communicate in ways older people like me cannot even imagine.“. Selain itu, dikutip dari Times, Grid dapat mengirimkan keseluruhan catalog lagu Rolling Stones dari Inggriss ke Jepang kurang dari 2 detik sehingga mampu menutupi kelemahan konsep internet sekarang.

Akan tetapi, penerapan teknologi Grid (seperti halnya teknologi komputer terdistribusi), membutuhkan standarisasi yang kompleks yang melibatkan dimensi sosial politik karena Grid akan memfasilitasi pertukaran data oleh satu orang ke orang lain yang tidak dia ketahui dan tidak terbatas wilayah politik dan perundangan. Sehingga, hal ini membuka kesempatan bagi pemerintah untuk menentukan konsep kebijakan selanjutnya yang akan diambil. Selain itu, jika konsep Grid ini diimplementasikan maka harus bisa ditransfer ke segi industri yang mengharuskan keamanan dan fokus terhadap keuntungan, tidak hanya terbatas dari segi saintifis dan keuntungan dari pihak pemakai.

Sampai tulisan ini dibuat, Grid belum masih dikembangkan dan masih dalam studi laboratorium dan untuk komunitas tertentu serta perusahaan provider yang menguji cobanya. Kemungkinan akan dipublish 1 sampai 2 tahun mendatang ke masyarakat internet. Konsep Grid, rencananya akan di coba pertama kali di Amsterdam mengingat Amsterdam adalah kota dengan koneksi jaringan terpadat dan menjadi rumah dari konseptor internet. Internet Engineering Task Force.

Saat Grid diaplikasikan untuk penggunaan secara umum, komputer desktop sekarang akan menjadi out-of-date. Tiap orang akan bergantung pada aplikasi online karena pada saat itu kecepatan Internet akan menjadi berkali-kali lebih cepat, sehingga pengguna komputer akan bekerja online dengan menyimpan data dan pekerjaan mereka di Internet, sehingga mereka dapat mengakses data mereka dimanapun mereka terkoneksi dengan Internet, seperti halnya terjadi pada Web2.0: connect people to people yang juga akan berevolusi menjadi Web 3.0 yaitu everything connected.

Dengan adanya konsep Grid yang memperkuat Internet, banyak aktivitas online yang sekarang dirasa tidak mungkin (membutuhkan bandwidth besar) menjadi mungkin seperti video hologram; game online yang menjadi banyak bermunculan dan telah menjadi hal lumrah yang mengkoneksikan antara 1 orang di pojok dunia ke pojok dunia yang lainnya; social networking yang menjadi fasilitator berkomunikasi.

Walaupun banyak sekali kemungkinan-kemungkinan yang bisa diperoleh dari Grid dan keuntungaannya yang begitu besar, konsep internet Grid masih akan terus disempurnakan, sehingga semua sektor akan mendapat keuntungan yang sama. Termasuk diantaranya dari segi industri TIK yang fokus terhadap keuntungan; masyarakat yang membutuhkan kecepatan proses transfer data yang cepat; ilmuan yang haus akan ilmu pengetahuan untuk menciptakan sesuatu yang lebih baik; serta pemerintah sebagai regulator, karena nantinya konsep Grid, akan menghilangkan batasan-batasan politis dengan adanya pertukaran data secara langsung. Walaupun, konsep Grid lahir untuk pertukaran data secara besar yang difasilitasi dari node-node PC yang terhubung, tetapi kedepannya kita tidak akan tahu akan kemana Grid akan dibawa. Seperti halnya konsep ARPANET yang bertujuan untuk tujuan penelitian komputer terdistribusi, malah melahirkan konsep email dan sharing file (FTP). 
Televisi internet (juga dikenal dengan Televisi daring (TV Online) adalah situs yang memiliki tayangan video yang terkonsep, selalu diperbaharui terus-menerus, tidak statis, mengikuti perkembangan peristiwa yang terjadi di lingkungan sekitar, dan bisa diakses oleh publik secara bebas, dengan berbagai macam bentuk pendistribusiannya. Untuk dapat mengaksesnya, kita hanya perlu menguhubungkan ke komputer pribadi kita dengan koneksi internet broadband berlangganan. Televisi internet sering juga disebut dengan sebutan Television on the Desktop (TOD), TV over IP (Television over Internet Protocol) atau Televisi Protokol Internet, Vlog, dan juga Vodcast. Televisi internet berbeda dengan televisi konvensional biasa. Kedua-duanya memang menayangkan banyak acara yang serupa, tapi televisi internet lebih beragam dibandingkan stasiun televisi lokal yang biasa kita tonton di rumah ataupun Televisi kabel berlangganan. Televisi internet ini bisa disiarkan secara pribadi oleh para pengguna internet atau bisa juga oleh sekelompok orang atau perusahaan televisi besar yang juga punya layanan televisi online di Internet.
Sejarah internet Indonesia dimulai pada awal tahun 1990-an. Saat itu jaringan internet di Indonesia lebih dikenal sebagai paguyuban network, dimana semangat kerjasama, kekeluargaan & gotong royong sangat hangat dan terasa diantara para pelakunya. Agak berbeda dengan suasana Internet Indonesia pada perkembangannya kemudian yang terasa lebih komersial dan individual di sebagian aktivitasnya, terutama yang melibatkan perdagangan Internet.

Sejak 1988, ada pengguna awal Internet di Indonesia yang memanfaatkan CIX (Inggris) dan Compuserve (AS) untuk mengakses internet.
RMS Ibrahim, Suryono Adisoemarta, Muhammad Ihsan, Robby Soebiakto, Putu, Firman Siregar, Adi Indrayanto, dan Onno W. Purbo merupakan beberapa nama-nama legendaris di awal pembangunan Internet Indonesia di tahun 1992 hingga 1994. Masing-masing personal telah mengontribusikan keahlian dan dedikasinya dalam membangun cuplikan-cuplikan sejarah jaringan komputer di Indonesia.

Tulisan-tulisan tentang keberadaan jaringan Internet di Indonesia dapat dilihat di beberapa artikel di media cetak seperti KOMPAS berjudul "Jaringan komputer biaya murah menggunakan radio" di akhir tahun 1990 dan awal tahun 1991. Juga beberapa artikel pendek di Majalah Elektron Himpunan Mahasiswa Elektro ITB di tahun 1989.
Di sekitar tahun 1994 mulai beroperasi IndoNet yang dipimpin oleh Sanjaya. IndoNet merupakan ISP komersial pertama Indonesia. Pada waktu itu pihak POSTEL belum mengetahui tentang celah-celah bisnis Internet & masih sedikit sekali pengguna Internet di Indonesia. Sambungan awal ke Internet dilakukan menggunakan dial-up oleh IndoNet, sebuah langkah yang cukup nekat barangkali. Lokasi IndoNet masih di daerah Rawamangun di kompleks dosen UI, kebetulan ayah Sanjaya adalah dosen UI. Akses awal di IndoNet mula-mula memakai mode teks dengan shell account, browser lynx dan email client pine pada server AIX.

Mulai 1995 beberapa BBS di Indonesia seperti Clarissa menyediakan jasa akses Telnet ke luar negeri. Dengan memakai remote browser Lynx di AS, maka pemakai Internet di Indonesia bisa akses Internet (HTTP).

Perkembangan terakhir yang perlu diperhitungkan adalah trend ke arah e-commerce dan warung internet yang satu & lainnya saling menunjang membuahkan masyarakat Indonesia yang lebih solid di dunia informasi. Rekan-rekan e-commerce membangun komunitasnya di beberapa mailing list utama seperti warta-e-commerce@egroups.com, mastel-e-commerce@egroups.com, e-commerce@itb.ac.id & i2bc@egroups.com.
[sunting]
Cuplikan-cuplikan Perjuangan IT & Internet Indonesia

Cuplikan dan catatan sejarah perjuangan Internet Indonesia dapat di baca di WikiBook Sejarah Internet Indonesia pada Sejarah Internet Indonesia
[sunting]
Pengguna Awal Internet Lewat CIX dan Compuserve

Sejak 1988, CIX (Inggris) menawarkan jasa E-mail dan Newsgroup. Belakangan menawarkan jasa akses HTTP dan FTP. Beberapa pengguna Internet memakai modem 1200 bps dan saluran telpon Internasional yang sangat mahal untuk mengakses Internet. Sejak 1989 Compuserve (AS) juga menawarkan jasa E-mail dan belakangan Newsgroup, HTTP/FTP. Beberapa pengguna Compuserve memakai modem yang dihubungkan dengan Gateway Infonet yang terletak di Jakarta. Biaya akses Compuserve masih mahal, tetapi jauh lebih murah dari CIX.